Setelah sekian lama memproduksi film horor -dengan bumbu perempuan seksi dan sensasi kedatangan bintang film porno- Maxima Pictures kembali menghadirkan film drama percintaan bertajuk Pupus yang disutradarai oleh Rizal Mantovani -yang sebelumnya menyutradarai film Jenglot Pantai Selatan. Ini bukan film drama romantis pertama Rizal Mantovani bersama Maxima Pictures, sebelumnya Rizal pernah menyutradarai Ada Kamu Aku Ada yang dibintangi Bunga Citra Lestari dan Andhika Pratama di tahun 2008.
Dilihat dari segi cerita, film ini menawarkan kisah yang sangat sederhana. Dua orang, saling suka, sulit bersatu. Cindy sangat menginginkan Pandji, tetapi lelaki itu seringkali menghilang dan tidak memberi kejelasan. Durasi sepanjang 99 menit memaparkan kisah Cindy dan Pandji dalam waktu lima tahun. Banyak hal terjadi. Banyak lompatan. Banyak pergerakan. Tetapi semuanya tidak mampu membuat penonton ikut tergerak.
Penonton tidak terikat secara emosi karena cerita film ini tidak dipaparkan dengan cara yang enak. Ada bolong di sana – sini. Ada detil yang tidak jelas. Ada twist yang berusaha disampaikan namun pada kenyataannya tidak terlalu berhasil. Cerita bergerak terlalu cepat. Lompatan cerita terkadang terlalu jauh. Pergerakannya tidak dinamis, tetapi drastis. Hal ini diperparah dengan editing yang membuat cerita menjadi semakin terasa tidak nyambung dan lompat kesana kemari.
Dari segi visual, film ini cukup cantik. Nuansa Korea terlihat sekali di sini. Mulai dari set, artistik, bahkan hingga karakterisasi yang dibuat (terlalu) komikal dan juga (terlalu) melankolis. Tone warna film ini di beberapa bagian terasa terlalu menyilaukan mata, terlalu terang dan kurang ‘hangat’. Boleh dibilang film ini cenderung irit set karena cerita hanya terjadi disitu-situ saja, perubahan waktu selama lima tahun pun tidak tergambarkan dengan jelas -baik dari segi perubahan suasana, maupun penampilan karakter. Lima tahun yang panjang dengan detil yang tidak diperhatikan. Universitas Trisakti menjadi setting utama karena kabarnya executive producer film ini berasal dari uni tersebut.
Sebelumnya Maxima Pictures pernah menghadirkan kisah drama percintaan lewat film Cinta Pertama (2006) dan The Butterfly (2007) yang berhasil menghadirkan drama yang cantik, tidak hanya dari sisi visual, tetapi juga dari pergerakan cerita yang terasa halus. Pupus tidak berhasil melakukan itu. Film ini terkesan ‘ala kadarnya’ dan tidak rapih.
Donita dan Marcell Chandrawinata sebagai pemeran utama boleh dibilang cukup berhasil memainkan perannya dan menghadirkan suasana Korea yang berusaha dibangun. Keduanya tidak istimewa, tetapi juga tidak buruk. Tapi yang patut dicatat adalah bahwa chemistry antara Donita dan Marcell Chandrawinata tidak terbangun dengan baik, padahal keduanya adalah kunci film ini. Pemeran pendukung pun tidak berhasil membangun film ini menjadi lebih istimewa.
Pupus adalah film yang memupuskan harapan penonton yang ingin kembali mendapat tontonan drama percintaan yang cantik dari Maxima Pictures.
Hesty karlina XI IS 4 14
Hesty karlina XI IS 4 14

0 komentar:
Posting Komentar